Fogging Desa Sei Alim Ulu dsn II
Air Batu, 21 Juli 2026 – Puskesmas Air Batu bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan melaksanakan kegiatan fogging (pengasapan) di Dusun II, Desa Sei Alim Ulu, Kecamatan Air Batu, pada Selasa (21/7/2026) mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas ditemukannya satu kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut sebagai bentuk respons cepat dalam upaya mencegah penyebaran penyakit serta melindungi masyarakat dari risiko penularan DBD.
Kegiatan fogging dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengendalian vektor melalui pemberantasan nyamuk Aedes aegypti yang merupakan penyebab penularan DBD. Sebelum pelaksanaan fogging, petugas kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk mengidentifikasi lokasi kasus dan menentukan area yang menjadi sasaran pengendalian.
Pelaksanaan fogging dilakukan di rumah penderita serta wilayah permukiman di sekitar lokasi kasus yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Pengasapan difokuskan pada lingkungan sekitar rumah penderita guna memutus rantai penularan penyakit dan mengurangi risiko penyebaran DBD kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Puskesmas Air Batu bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dengan melibatkan Petugas DBD dan Malaria, Petugas Promosi Kesehatan (Promkes), Bidan Desa, Petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling), Petugas Surveilans, serta didukung oleh Pemerintah Kecamatan Air Batu melalui Camat Air Batu dan staf Kantor Camat, serta Pemerintah Desa Sei Alim Ulu yang diwakili oleh Sekretaris Desa. Sinergi lintas program dan lintas sektoral ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung pengendalian penyakit menular di wilayah kerja Puskesmas Air Batu.
Selain pelaksanaan fogging, tim kesehatan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui penerapan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan berbagai upaya pencegahan lainnya. Masyarakat juga diimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD.
Kepala Puskesmas Air Batu menyampaikan bahwa kegiatan fogging merupakan salah satu bentuk respons cepat terhadap kasus DBD yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Air Batu. Namun demikian, fogging bukan merupakan satu-satunya upaya pencegahan karena keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Fogging merupakan salah satu langkah pengendalian vektor untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab DBD. Namun, upaya yang paling efektif tetap melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan menerapkan gerakan 3M Plus secara rutin. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar perkembangbiakan nyamuk dapat dicegah dan risiko penularan DBD dapat diminimalkan,” ujarnya.
Beliau juga mengapresiasi dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Pemerintah Kecamatan Air Batu, Pemerintah Desa Sei Alim Ulu, serta seluruh unsur lintas sektoral yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Keberhasilan pengendalian DBD memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh stakeholder yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan ini. Sinergi yang baik diharapkan dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan fogging ini, Puskesmas Air Batu bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan upaya promotif, preventif, dan respons cepat terhadap kejadian penyakit menular di wilayah kerja. Diharapkan kegiatan ini dapat menekan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.





