Puskesmas Air Batu Bersama Dinas Kesehatan dan Lintas Sektor Laksanakan Fogging di Dua Desa Terdampak DBD
Penulis
admin
Air Batu, 30 Juli 2026 – Sebagai tindak lanjut atas ditemukannya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Air Batu, dilaksanakan kegiatan fogging (pengasapan) pada Kamis (30/7/2026) di Dusun IV Desa Sei Alim Ulu dan Dusun III Desa Pinanggripan, Kecamatan Air Batu. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pengendalian vektor untuk memutus rantai penularan penyakit DBD sekaligus melindungi masyarakat dari risiko penyebaran penyakit
Pelaksanaan fogging merupakan hasil kerja sama antara Puskesmas Air Batu dengan Dinas Kesehatan yang mendatangkan petugas fogging ke lokasi terdampak. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa, kepala dusun, lintas sektor (Linsek), dan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan.
Dalam kegiatan ini, Penanggung Jawab Program DBD/Malaria Puskesmas Air Batu, Bd. Kartika Sari, S.Tr.Keb, turun langsung mendampingi pelaksanaan fogging bersama Bidan Desa Sei Alim Ulu, Bd. Faizah Hanum, S.Keb, Bidan Desa Pinanggripan, Bd. Kartika Sari, S.Tr.Keb, serta Kepala Pustu Pinanggripan, Bd. Suratiyem, S.Tr.Keb. Selain tenaga kesehatan, perangkat desa, kepala dusun di wilayah pelaksanaan, serta unsur lintas sektor turut hadir untuk membantu koordinasi di lapangan, mengarahkan masyarakat, dan memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran.
Fogging dilakukan di sekitar rumah penderita dan area yang berpotensi menjadi tempat penyebaran nyamuk Aedes aegypti, yaitu nyamuk yang menjadi penyebab penularan Demam Berdarah Dengue. Meskipun demikian, fogging hanya bertujuan membunuh nyamuk dewasa dan bukan merupakan solusi utama dalam pemberantasan DBD. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkesinambungan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penyimpanan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta melakukan langkah tambahan seperti menaburkan larvasida sesuai anjuran, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa, memelihara ikan pemakan jentik, dan menghindari gigitan nyamuk.
Selain mendampingi pelaksanaan fogging, petugas Puskesmas Air Batu juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pemeriksaan jentik secara berkala, serta mengenali gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, muncul bintik merah pada kulit, hingga tanda-tanda perdarahan. Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala tersebut agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Puskesmas Air Batu dalam melaksanakan upaya promotif, preventif, dan respons cepat terhadap kejadian penyakit menular di wilayah kerjanya. Sinergi antara Puskesmas Air Batu, Dinas Kesehatan, pemerintah desa, kepala dusun, lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu mempercepat pengendalian penyebaran DBD dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Melalui pelaksanaan fogging ini, Puskesmas Air Batu mengajak seluruh masyarakat untuk terus membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melaksanakan Gerakan 3M Plus secara rutin. Pencegahan DBD merupakan tanggung jawab bersama, sehingga dengan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat diharapkan angka kejadian DBD dapat ditekan dan tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyakit.



